Sabtu, 18 Februari 2012

RINGKASAN SOSIOLOGI(KD-1/KD-3) KELAS X


RINGKASAN KD 1

A.SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
      Sosiologi lahir dari kekawatiran seorang filsuf Perancis yang bernama Auguste Comte pada abad ke-19 terhadap keadaan Peracis setelah terjadinya Revolusi Peracis. Comte melihat selain berdampak positif yakni demokrasi, revolusi perancis juga menyebabkan munculnya dampak negatif yakni kerusuhan, pertikaian maupun konflik. Gagasan untuk mengatasi berbagai masalah di Perancis inilah yang ia tuangkan dalam bukunya “Cours de Philosophie Postive”. Ia kemudian dikenal sebagai bapak sosiologi dunia.

B. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
      Apakah sosiologi adalah ilmu ? banyak pihak yang mempertanyakan itu. Namun, karena sosiologi mengandung ciri-ciri keilmuan maka Sosiologi dianggap Ilmu Pengetahuan.
      Pengetahuan beda dengan ilmu pengetahuan. Pegetahuan adalah kesan yang muncul dalam pikiran manusia akibat penggunaan panca indera. Dalam perkembangannya, pengetahuan dapat menjadi ilmu pengetahuan apabila telah ditelaah dengan metode ilmiah. Ada 4 ciri dari ilmu pengetahuan yakni :
   1. Empiris adalah ilmu pengetahuan didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif dan hanya menggunakan akal sehat.
   2. Teoritis adalah ilmu pengetahuan merupakan hasil abstraksi dari hasil observasi.
   3. Kumulatif adalah ilmu pengetahuan dibentuk berdasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya, kemudian diperluas, diperbaiki  dan diperhalus dari teori-teori lama.
   4. Non-etis adalah ilmu pengetahuan tidak mempersoalkan baik atau buruknya fakta.

C. PENGERTIAN SOSIOLOGI
Ada 3 pengertian dari sosiologi, yakni :
1.      Etimologis (Asal kata)
Sosiologi berasal dari kata socius yang berarti masyarakat dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara etimologis sosiologi berarti ilmu masyarakat.
2.     Para Ahli
·         Charles Ellwood
Sosiologi adalah pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
·         Gustav Ratzenhofer
Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajiban untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi masyarakat.
·         Herbert Spencer
Sosiologi adalah mempelajari tumbuh, bangun dan kewajiban masyarakat.
·         Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta social yaitu fakta yang berisikan cara bertindak, berfikir dan berperasaan yang ada diluar individu.
·         Max Weber
Sosiologi adalah mempelajari tindakan-tindakan social.
·         Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara macam gejala-gejalan social, hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala social dan non social dan cirri-ciri umum dari gejala social.
·         William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Sosiologi adalah ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya adalah organisasi social.
·         Joseph Roucek dan Waren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia di dalam kelompok.
·         Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social termasuk perubahan-perubahan social.

3.      Pandangan secara umum (sosiologis)
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam masyarakat.

D. OBJEK SOSIOLOGI
Objek sosiologi adalah masyarakat. Jadi masyarakat merupakan pokok bahasan utama. Di dalam masyarakat coba dikupas pelbagai peristiwa dan kejadian yang ada di dalamnya. Baik itu yang negatif maupun positif.

E. TUJUAN SOSIOLOGI
Tujuan utama sosiologi adalah meningkatkan daya dan kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Caranya adalah dengan mengembangkan pengembangkan pengetahuan yang objektif tentang gejala social yang ada di masyarakat.


F. POKOK BAHASAN SOSIOLOGI
Ada beberapa pokok bahasan sosiologi menurut para Ahli, yakni :
1. Emile Durkheim
Menurut Durkheim pokok bahasan sosiologi adalah fakta social.
2. Max Weber
Menurut Weber pokok bahasan sosiologi adalah tindakan social
3. Wright Mill
Menurut Mill pokok bahasan sosiologi adalah khayalan sosiologi.
4. Peter L. Berber
Menurut Berger pokok bahasan sosiologi adalah realitas social.

G. KEGUNAAN SOSIOLOGI
Ada 2 kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah sebagai berikut :
1.  Untuk pembangunan. Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
2. Untuk penelitian. Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis akan diperoleh suatu peperencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik.





H. METODE DALAM SOSIOLOGI
1. Ada 2 jenis penelitian sosiologi yakni :
    a. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan data berupa non angka.
    b. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data berupa angka
2. Ada 5 metode pengumpulan data :
    a. Angket adalah metode membagi sejumlah pertanyaan tertulis kepada responden
    b. Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab lesan kepada responden.
    c.  Observasi adalah metode pengumpulan data dengan mengamati langsung di lapangan.
    d. Dokumentasi/dokumenter adalah metode pengumpulan data dengan mecari data dari buku atau media massa.

I. PERAN SOSIOLOG DALAM MASYARAKAT
Ada beberapa peran sosiolog dalam masyarakat, yakni :
1. Sosiolog sebagai ahli riset adalah sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data.
2. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan adalah sosiolog membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi.
3. Sosiolog sebagai ahli teknisi adalah sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat.
4. Sosiolog sebagai guru dan pendidik adalah sosiolog harus bersikat netral dan objektif.


ANALISIS KD 1
Dalam ilmu sosiologi, individu dan masyarakat dipandang secara berbeda. Salah satunya diakibatkan oleh factor wilayah. Selain itu masyarakat merupakan suatu sistem sosial di manasemua saling berinteraksi dan menghasilkan suatu kebuayaan. Sedangkan individu sendiri merupakan bagian terkecil dari masyarakat dan sudah tidak dapat dibagi lagi.
Individu bila dipandang dari segi sosioligi merupakan bagian dan unsur dari masyarakat itu sendiri. Tanpa individu, msyarakat tidak akan pernah terbentuk. Dilain hal, sosiologi memandang masyarakat sebagai suatu hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia.
Dalam sosiologi, masyarakat memiliki beberapa unsur, yaitu:
·         Merupakan manusia yang hidup bersama
·         Bercampur untuk waktu yang cukup lama
·         Ada kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan
·         Mereka merupakan sistem hidup bersama
Adapun pandangan para ahli mengenai masyarakat:
·         Maclver dan Page, masyarakat merupakan hasil dari kebiasaan, dan tata cara dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok.
·         Parson, masyarakat merupakan suatu sistem sosial dimana semua fungsinya bersumber dari individu dan bertemu dengan yang lainnya.
Jadi hubungan antara masyarakat dan individu dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, yaitu: masyarakat merupakan penentu individu, individu dapat menentukan masyarakat, dan keduanya saling menentukan.



RINGKASAN KD 2
NILAI SOSIAL

A.    PENGERTIAN

1.      Sehari hari
Nilai diartikan sebagi harga, ukuran, angka kepandaian, kadar, mutu dan bobot.
2.      Sosiologi
Nilai diartikan sebagai sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat
Sedangkan nilai sosial, adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang baik, penting, luhur, pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama.
3.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
Nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat penting dan berguna bagi kemanusiaan.
4.      Para Ahli
a.    Soerjono Soekanto
Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang baik dan apa yang buruk
b.      Kimball Young
Nilai sosial adalah unsur-unsur abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya.
c.       A.W. Green
Nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan.
d.      Woods
Nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
e.       Robert M. Z. Lawang
Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan mempengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut.
f.        Kluckhohn
Semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya mencakup lima masalah nilai pokok, yaitu :
1)        Nilai mengenai hakikat hidup
2)        Nilai mengenai hakikat karya
3)        Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
4)        Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam
5)        Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya
B.     TOLAK UKUR NILAI
Tolak ukur nilai adalah daya guna fungsional suatu nilai dan kesungguhan penghargaan, penerimaan, atau pengakuan yang diberikan oleh seluruh atau sebagian besasr masyarakat terhadap nilai sosial tertentu.
C.     SUMBER NILAI
Sumber nilai ada 2, yakni :
1.   Sumber Intrinsik atau sumber yang dari dalam manusia
2.   Sumber Ekstrinsik atau sumber yang dari luar manusia

D.    NILAI BERDASARKAN CIRI-CIRINYA
1.  Nilai dominan adalah nilai yang dianggap penting dibandingkan nilai lainnya. Misal : tradisi muludan di Cirebon, Ibadah haji, mudik, gelar kebangsawanan.
Ukuran penting tidaknya nilai didasarkan pada :
a.    Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
b.    Berapa lama nilai itu dianut atau digunakan
c.    Tinggi rendahnya usaha orang untuk memberlakukan nilai itu.
d. Prestise atau kebanggaan orang-orang yang orang-orang yang menggunakan nilai di masyarakat.

2.  Nilai mendarah daging (internalized value) adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berfikir atau pertimbangan lagi, melainkan secara tidak sadar. Misal : Guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal, Prajurit  yang tidak mampu mengalahkan musuhnya dalam pertempuran akan merasa gagal.

E.     JENIS- JENIS NILAI SOSIAL
Menurut Prof. Dr. Notonagoro, nilai dapat dibagi atas tiga jenis :
1.   Nilai material, yaitu segala benda yang berguna bagi manusia
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan atau aktivitas
3.  Nilai spiritual, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai ini dibedakan lagi menjadi 4 macam, yakni :
a.   Nilai kebenaran (kenyataan), yang bersumber dari unsur akal manusia (rasio/akal, budi, cipta)
b.   Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetika)
c.    Nilai moral (kebaikan), yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (karsa, etika)
d.   Nilai religius, yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak

Pandangan nilai dari Ahli lain, yakni :
1). Nilai Immaterial atau nilai rohani adalah nilai yang tidak berwujud tidak bisa disentuh dan sulit untuk berubah. Misal : idiologi, gagasan, ide, peraturan-peraturan
2). Nilai Material adalah nilai jasmani atau nilai yang berwujud mudah dilihat, diraba dan memiliki karakteristik mudah berubah. Misal : gedung, karya seni dsb.

F.      CIRI-CIRI NILAI SOSIAL
1.   Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat
2.   Dapat ditularkan
3.   Terbentuk melalui proses belajar atau sosialisasi
4.   Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial
5.   Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat
6.   Dapat mempengaruhi pengembangan pribadi seseorang, baik positif maupun negatif
7.   Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.



G.    FUNGSI NILAI SOSIAL
Ada beberapa fungsi nilai sosial menurut Drs. Suprapto, yakni :
1.   Dapat menyumbangkan seperangkat alat menetapkan “harga”sosial dari suatu kelompok
2.   Dapat mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertingkah laku.
3.   Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial.
4.   Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
5. Sebagai alat pengawas/kontrol perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang mau berperilaku sesuai dengan yang diinginkan sistem nilai.

NORMA SOSIAL
A)    PENGERTIAN
Norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakataan bersama dan bermaksud untuk mengatur setiap perilaku manusia di dalam masyarakat guna mencapai ketertiban dan kedamaian.
Norma dalam masyarakat merupakan aplikasi atau perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Misal : Di sekolah terdapat norma melarang seseorang membuang sampah sembarangan, dasar dari pembuatan norma ini adalah nilai kebersihan dan keindahan.
B)    DAYA IKAT NORMA
Norma-norma dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang daya ikatnya lemah, sedang, maupun kuat.
Dilihat dari daya ikatnya, norma dibagi :
1.   Cara (usage)
Cara adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan dan ejekan saja. Cara menunjuk pada suatu perbuatan. Contoh : bersendawa tanda kenyang, makan bersuara
2.     Kebiasaan  (Folkways)
Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Contoh : kebiasaan menghormati orang lebih tua, kebiasaan menggunakan tangan kanan apabila hendak memberikan sesuatu kepada orang lain.
3.     Tata kelakuan (mores)
Adalah kebiasaan aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol. Tata kelakuan mengharuskan atau melarang anggota masyarakat untuk menyesuaikan tindakan terhadap apa yang berlaku. Pelanggaran terhadap tata kelakuan akan diberi sanksi berat seperti diarak di depan umum, atau dirajam. Contoh : larangan berzina.
4.      Adat istiadat (custom)
Adalah Tata kelakuan yang sudah terintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat dan dilakukan sebagian besar anggota masyarakat sehingga menjadi ciri atau identitas masyarakat.
C)    SIFAT NORMA
Ada 2 sifat norma, yakni :
1)  Norma formal adalah norma yang bersumber dari instansi yang formal atau resmi. Misal : aturan berasal dari negara, peraturan daerah dsb.
2)  Norma nonformal adalah norma yang biasanya tidak tertulis (lesan) dan jumlahnya lebih banyak daripada norma formal. Misal : pantangan adat dalam masyarakat.


D)    JENIS-JENIS NORMA
Ada 5 jenis norma-norma utama dalam masyarakat, yakni :
a.   Norma Agama
Adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan bagi penganutnya agar mereka mematuhi segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Contoh : Semua agama melarang umatnya untuk berzina, sanksinya adalah rasa berdosa.
b.   Norma Kesopanan
Adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari sekelompok masyarakat.
Contoh : menghormati orang tua, tidak boleh meludah sembarangan.
c.   Norma Kelaziman
Adalah tindakan manusia mengikuti kebiasaan yang umumnya dilakukan tanpa pikir panjang karena kebiasaan itu dianggap baaik, patut, sopan, dan sesuai dengan tata krama.
Contoh : cara makan, cara minum, berjalan, berpakaian.
d.   Norma Kesusilaan
Adalah aturan yang datang dari suara hati sanubari manusia (insan-kamil).
Contoh : Jangan berzina
e.   Norma  Hukum
Adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berisi perintah atau larangan yang memaksa dan yang akan memberikan sanksi yang tegas bagi setiap orang yang melanggarnya.
Contoh : Wajib membayar pajak

ANALISIS KD 2
Dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam berinteraksi dipandu oleh nilai-nilai dan dibatasi oleh norma-norma dalam kehidupan social. Norma dan nilai pada awalnya lahir tidak disengaja , karena kebutuhan manusia sebagai makluk social dan harus berinteraksi dengan yang lain menuntut adanya suatu pedoman, pedoman itu lama kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar.
Rumusan tentang norma dan nilai menurut para tokoh pada dasarnya sama. Penulis pada kesempatan ini akan memrumuskan pengertian norma dan nilai social sebagai berikut :
Nilai sosial adalah suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik.
Nilai social dalam setiap masyarakat tidak selalu sama, karena nilai dimasyarakat tertentu dianggap baik tapi dapat dianggap tidak baik dimasyarakat lain.
Nilai dapat dibagai menjadi tiga bagian yaitu :
Nilai material artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia.
Nilai vital artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitas atau kegiatan.
Nilai kerohanian artinya segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Nilai kerohanian ini dibagi menjadi empat macam yaitu :
·         nilai kebenaran/keyakinan yaitu nilai yang bersumber dari akal manusia
·         nilai keindahan yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika)
·         nilai moral/kebaikan yaitu nilai yang bersumber dari unsur kehendak /kemauan(karsa,etika)
·         nilai relegius yaitu nilai yang bersumber dari kekyakinan atau kepercayaan manusia, yang merupakan nilai kebutuhan kerohanian yang tinggi dan mutlak

Fungsi dari nilai social
Secara umum nilai social mempunyai fungsi sebagai berikut :
Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah
Nilai berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelaompook tertentu atau masyarakat.
Nilai social berfungsi sebagai pengawasa dengan daya tekan dan pengikat tertentu
Nilai berfungsi senbagai benteng perlindungan
Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator
Norma social adalah suatu petunjuk hidup yang berisi larangan maupun perintah.
Yang membedakan nilai dan norma adalah nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan dan dipentingkan oleh masyarakat . Sedangkan norma adalah kaidah atau pedoman , aturan berperilaku untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita tersebut , atau boleh dikatakan nilai adalah pola yang diinginkan sedangkan norma adalah pedomana atau cara-cara untuk mencapai nilai tersebut.
Menurut kekuatan yang mengikatnya, norma dibedakan menjadi empat yaitu
Cara (usage) ; cara ini menunjuk pada bentuk perbuatan . cara ini lebih tamapak menonjol dalam hubungan antar individudalam masyrakat. Pelanggaran atau penyimpangan terhadap usage tidak menimbulkan sanksi hukum yang berat tapi hanya sekedar celaan, cemohoon, sindiran, ejekan dsb.
Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama dan merupakan bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut.
Tata kelakuan (mors) yaitu kebiasaan yang diterima sebagai norma pengatur, atau pengawas secara sadar maupun tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya.
adat-istiadat (custum) yaitu tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggaradat-istiadat akan mendapat sanksi keras yang terkadang secara tidak langsung diperlukan.
Fungsi norma social dalam masyarakat secara umum sebagai berikut :
Norma merupakan factor perilaku dalam kelompok tertentu yang memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan akan dinilai orang lain.
Norma merupakan aturan , pedoman, atau petunjuak hidup dengan sanksi-sanksi untuk mendorong seseorang, kelompok , dan masyarakat mencapai dan mewujudkan nilai-nilai social
Norma-norma merupaakan aturan-aturan yang tumbuh dan dan hidup dalam masyarakat sebagai unsur pengikat dan pengendali manusia dalam hidup masyarakat..



RINGKASAN KD 3
1)      PENGERTIAN
Ada beberapa pengertian dari interaksi social, yakni :
A.    Kamus Besar Bahasa Indonesia
Interaksi social adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi. Atau pengertian lain, Interaksi social adalah hubungan dinamis (saling aksi atau mempengaruhi) yang dinamis antara perseorangan dan orang atau perseorangan, antara perseorangan dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
B. Ahli
Gillin dan Gillin Interaksi social adalah hubungan social yang dinmis yang menyangkut hibungan antarindividu, indibidu dan kelompok, atau antar kelompok.
C. Secara umum
Interaksi social adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok.

2)      JENIS INTERAKSI SOCIAL
Ada 3 Jenis interaksi social, yakni :
1.      Individu dengan individu adalah interaksi antara individu satu dengan lainnya.
Contoh : Ayah bercakap-cakap dengan ibu di teras rumah.
2. Individu dengan kelompok adalah interaksi antara individu dengan kelompok.
Contoh : Ibu guru mengajar murid di sekolah.
3. Kelompok dengan kelompok adalah interaksi kelompok satu dengan lainnya.
Contoh : Tawuran, pertandingan sepak bola
3)      CIRI-CIRI INTERAKSI SOCIAL
Menurut Charles P Loomis, ada 4 ciri interaksi social, yakni :
1.  Jumlah pelaku dua orang atau lebih
2.  Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan symbol atau lambing
3. Adanya dimensi   waktu yang meliputi masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
4.  Adanya tujuan yang hendak dicapai sebagai hasil dari interaksi tersebut.

4)      SYARAT INTERAKSI SOCIAL
Menurut Soerjono Soekanto, Interaksi social harus memenuhi 2 syarat yaitu :
a)      Kontak social
Kontak berasal dari bahasa Inggris contact yang   berarti bersama-sama menyentuh.
Ada 2 sifat kontak social, yaitu :
a. Kontak positif adalah kontak yang mengarah ke bentuk kerjasama.
b.  Kontak negatif adalah kontak yang mengarah ke bentuk pertentangan.
Ada 2 bentuk kontak social, yaitu :
a. Kontak primer adalah kontak yang terjadi secara langsung bertemu muka. Misal : penjual dan pembeli di pasar.
b. Kontak sekunder adalah kontak yang   terjadi melalui perantara. Misal : telpon, surat



Ada 2 jenis kontak sekunder, yakni :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar